Kopi Kolombia dan Serangan Karat Daun

Penyakit kopi berupa roya alias karat daun merupakan salah satu momok bagi para petani kopi di Benua Amerika. Penyakit yang disebabkan oleh jamur dengan gejala utamanya adalah noda karat di daun ini telah membuat para petani Amerika Tengah mengalami kerugian hingga sebesar 1 miliar dolar per tahun. Hitungan tersebut belum termasuk kerugian yang terjadi di Amerika Selatan maupun wilayah Afrika Timur yang merupakan tempat asalnya. Pada 2014 ini, International Conference of Coffee Science ke-25 yang diadakan di Kolombia pun dirancang khusus untuk membahas fenomena penyakit kopi ini.

Penyakit Karat Daun dan Varietas Kopi Unggul

Roya atau karat daun merupakan penyakit yang mengancam produksi kopi di Benua Amerika terutama Kolombia dan Brazil. Padahal kedua negara tersebut merupakan sumber pasokan terbesar tanaman kopi. Untuk mengatasi masalah ini, para ilmuwan menemukan teori bahwa tanaman kopi seharusnya bisa membela dirinya sendiri dari serangan karat daun. Hal ini kemudian diwujudkan dengan memopulerkan dan menganalisis kembali bibit tanaman kopi unggul tahan hama yang juga dikenal sebagai cultivars.

Cultivars di Kolombia sebenarnya sudah ada sejak 1970-an, era di mana wabah karat daun mulai masuk ke Kolombia. Pusat Penelitian Kopi Nasional Kolombia, Cenicafe, pun berusaha mengatasi masalah ini dengan meneliti dan mengembangkan bibit kopi unggul yang tahan terhadap serangan karat daun. Lembaga tersebut melepas dua cultivars utamanya, yaitu Colombia dan Castillo, masing-masing ditemukan pada 1980 dan 2005. Dua cultivars tersebut terbukti efektif dalam menanam kopi yang tahan serangan jamur dan hama. Keunggulan dari kedua cultivars ini adalah kemampuannya menahan serangan karat daun sekaligus mempertahankan citarasa kopi Kolombia yang sudah terkenal mendunia.

Akan tetapi, walau kedua bibit unggul tersebut tampak ideal bagi upaya menekan jumlah serangan karat daun kopi, membuat dan menyebarkan bibit kopi unggul ini tidak semudah yang dikira.

Hambatan dalam Mengembangkan Bibit Kopi Tahan Karat Daun

Meski Kolombia memiliki jenis kopi yang baik dan digemari, serta memiliki varietas dengan kemampuan menahan diri dari serangan karat daun, memasyarakatkan kopi cultivars ke pasar dunia tampaknya masih akan lama baru terwujud. Hal itu karena pengembangan varietas baru yang lebih tahan terhadap penyakit bisa memakan waktu bertahun-tahun. Dan dana bagi penelitian kopi semacam ini biasanya sangat minim serta dipenuhi birokrasi yang berbelit-belit. Menurut staf peneliti dari Cernicafe, pembuatan kopi varietas baru memakan waktu puluhan tahun bahkan sampai 25 tahun. Dan, hal itu membutuhkan percobaan terus-menerus. Mereka juga harus melihat bagaimana kinerja tanaman tersebut sesungguhnya saat wabah sungguhan menyerang.

Menurut Alvaro Gaitan, kepala penelitian patologi di Cernicafe, ilmuwan juga masih belum begitu memahami mekanisme infeksi jamur tersebut saat menginfiltrasi jaringan tanaman, termasuk jenis protein yang terlibat. Selain itu, mereka juga harus bisa membagi-bagi karakteristik bermacam jenis karat daun sebelum menemukan metode paling ampuh untuk mencegah penyebaran infeksi, dan yang paling penting, meminimalisir penggunaan pestisida akibat penyebaran penyakit ini.

(red/philocoffee)

 

Sumber Gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *