Harga Manual Brew VS Espresso

Kebutuhan akan tempat publik yang nyaman untuk sekedar bersantai atau mengerjakan suatu pekerjaan yang harus diselesaikan membuatku sering mengunjungi beberapa coffeeshop di ibukota, khususnya di mall.

Kebanyakan untuk mengerjakan pekerjaan kantor yang belum selesai, menunggu macet selesai dijalanan ibukota, tanpa uang lembur dan malah jajan dari kocek pribadi untuk mengerjakan pekerjaan kantor (curahan hati pekerja kerah putih).

Kebiasaanku saat dicoffeeshop selalu memesan antara dua jenis minuman kopi, espresso atau manual brewing, tergantung suasana hati, tergantung pekerjaan yang harus dikerjakan, kelas berat atau ringan, dan tentu saja keadaan keuangan pada saat itu, biasanya saya, di akhir bulan selalu memesan espresso untuk menghemat pengeluaran, karena harganya lebih murah dibandingkan manual brewing.

Biasanya aku tidak pernah peduli dengan detail harga yang ditawarkan oleh coffeeshop-coffeeshop tempat aku mengerjakan pekerjaanku, karena menurutku pasti harga yang mereka berikan sudah pasti harga standar pasaran coffeeshop yang ada di mall-mall Jakarta pada umumnya.

Tetapi kali ini, dilihat dari keputusanku memesan espresso saat akhir bulan, mulai tergelitik untuk mengetahui secara seksama harga yang aku bayar untuk segelas manual brewing dengan espresso.

Ternyata harga segelas kopi dengan metode manual brewing lebih mahal dari espresso, bahkan double espresso pun lebih murah dari metode pengolahan manual brewing, dan hampir semua coffeeshop memberlakukan rentang harga yang sama untuk kedua jenis metode penyeduhan kopitersebut.

Perbandingan harga antara manual brew dengan double espresso sekalipun bisa dituliskan dengan rasio 1:2, kemenangan harga untuk kopi dengan metode manual brewing, wawancara singkat pun dilakukan dengan barista yang menyajikan kopi dengan metode manual brewing.

Beberapa alasan kenapa kopi dengan teknik pembuatan manual brewing lebih mahal dari espresso adalah, diantaranya, dari segi karakter kopi yang coba ditonjolkan oleh seorang barista untuk pelanggan, dibutuhkan keahlian khusus yang tidak kalah kompleks dari pembuatan espresso, termasuk didalamnya penguasaan penggunaan alat dengan metode manual brewing, biji kopi yang disajikan pun cenderung berstandar specialty coffee dengan tingkat cupping score harus diatas 80, dan juga harga biji kopi yang tidak murah tentunya.

Pertanyaan berikutnya, adakah coffeeshop yang menjual kopi dengan metode manual brewing dan espresso dengan harga yang sama, atau paling tidak, harga dari kedua metode pengolahan tersebut tidak berbeda jauh ? tentu saja ada, karena saya lupa memasukkan faktor signifikan yang membuat harga kopi dengan metode manual brewing menjadi lebih mahal, saya lupa kalau saya selalu melakukan ritual minum kopi di dalam mall, dimana sewa dari tempat saya minum, tentunya tidak murah, ditambah dengan faktor lain diatas yang sudah saya sebutkan.

Jadi beban atau biaya sewa tempat di mall yang mahal pun sudah ada dalam secangkir kopi dengan teknik manual brew yang disajikan kepada saya. dan akhir kata, untuk para peminum kopi seperti saya, yang hanya membutuhkan fasilitas WiFi, dengan tempat di tengah kota, sudah cukup cocok, berbeda hal nya mungkin untuk penikmat kopi, minum dimanapun, angkringan sekalipun, hanya menilai dari karakter kopi yang mau ditonjolkan, bukan yang lainnya, sehingga harga metode manual brewing dengan espresso dapat setara atau paling tidak, harganya tidak berbeda jauh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *