Afrika – Rwanda Negara Penghasil Kopi

Negara Rwanda terletak disebelah utara benua Afrika dan kopi dari Rwanda umumnya berkarakter soft, sweetes dan floral dan rasa yang balance, kopi dari Rwanda ini cepat untuk mendapatkan tempat diantara pecinta kopi.

Pohon kopi pertama di Rwanda dibudidayakan pada tahun 1904 dan mulai diekspor pada tahun 1917. Dengan lokasi di dataran tinggi dan curah hujan yang cukup, membuat kopi Rwanda tidak kesulitan untuk mendapatkan citarasa kopi yang baik.

Hampir setengah dari pendapatan ekspor negara Rwanda didapatkan dari ekspor kopi, sehingga kopi boleh dikatakan sebagai  motor utama pemerintah dalam meningkatkan kondisi sosio-ekonomi. Akibatnya, terdapat lonjakan jumlah tempat pencucian biji kopi di seluruh daerah Rwanda, sehingga memudahkan para petani yang berjumlah hampir 500.000 dengan lahan kecil untuk mendapatkan akses pada tempat tersebut dan juga mendapatkan pelatihan.

Salah satu tantangan Rwanda kedepan ialah menangani penyakit tanaman kopi yang disebut “potato defect”, dimana terdapat bakteri yang kadang menyebabkan biji kopi berbau dan mempunyai rasa seperti kentang mentah.

Jenis bourbon sangat dominan di Rwanda, dengan tanaman kopi Bourbon yang sudah cukup tua, dan kombinasi antara dataran tinggi dan tanah yang kaya akan unsur hara membantu kopi Rwanda untuk mudah dijual dipasar kopi dunia.

Fakta Kopi Rwanda

Persentase ekspor untuk pasar luar negeri Tipe utama kopi Waktu panen Proses pasca panen Peringkat dunia sebagai produsen kopi
0,2% Arabika– 99%(Bourbon, Caturra, Catuai)

Robusta – 1 %

Arabica : March – August

Robusta : May – June

Washed dan sebagian kecil Natural Peringkat 32 sebagai produsen kopi dunia

 

Daerah di Rwanda yang terkenal sebagai penghasil kopi

  1. Provinsi bagian barat : distrik di sepanjang Danau Kivu adalah rumah bagi sebagian besar tempat pencucian biji kopi di Rwanda, kopi-kopi di daerah ini secara konsisten memproduksi rasa yang kompleks, floral, elegan, juicy coffee untuk kopi dengan kualitas tinggi.
  2. Provinsi bagian utara : rasa citrus, stone fruit, dan karamel dari provinsi utara bagian selatan membuat kopi ini balanced dan sweet.
  3. Provinsi bagian selatan : daerah yang tinggi di Provinsi bagian selatan ini memproduksi kopi dengan citarasa classic floral, atau rasa citrus dan tektur yang creamy  – subtle dan sweet
  4. Provinsi bagian timur : Provinsi ini memiliki tempat pencucian kopi dan juga petani dengan lahan kecil yang paling sedikit dari provinsi lain, tetapi provinsi ini secara perlahan membangun reputasi dengan kualitas kopi dengan citarasa rich chocolate dan forest fruit notes yang akan segera menarik minat pembeli dari pasar dunia untuk menjajaki kemungkinan kerjasama.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *