KOPI NEW YEAR 2018, Malang Sejuta Kopi – Tahun Baru di Gunung

Gerakan Malang Sejuta Kopi, melaksanakan kegiatan nyata untuk mengangkat petani kopi, mempertemukan antara kedai kopi, penikmat kopi, pengamat kopi secara langsung dengan petani. Hal ini terwujud dalam kegiatan Kopi New Year 2018 yang dilaksanakan di pergantian tahun, berlokasi di desa Taji, kecamatan Jabung, kabupaten Malang. Beberapa kegiatan dimulai sejak pagi hari tanggal 31 Desember 2017, hingga esok hari nya tanggal 1 Januari 2018.

“Acara ini semata-mata ingin lebih mengenalkan desa Taji, sebagai desa penghasil kopi yang memiliki cita rasa luar biasa, karena didukung dengan tanahnya yang subur. Dan lagi desa ini memiliki pemandangan alam yang luar biasa, banyak air terjun yang indah, penduduknya yang ramah dan penuh kekeluargaan”, ujar Inisiator Malang Sejuta Kopi, Budiarto atau akrab dipanggil Sam Idub.
Acara Kopi New Year diikuti oleh sekitar 24 peserta, dari Malang, Surabaya, Pontianak, Menado. Peserta dari kalangan mahasiswa, pemilik kedai kopi, peneliti sejarah kopi, pelaku wisata, dan dari warga biasa yang ingin lebih mengenal tentang kopi.
Dimulai pagi hari, pukul 08.00 wib peserta dijemput di area stasiun kota baru Malang, selanjutnya diantar menuju kawasan desa Taji, kecamatan Jabung, kabupaten Malang.

Perjalanan yang menempuh kurang lebih 1,5 jam dari kota, disuguhi pemandangan alam yang indah, saat mulai melewat tempat wisata coban jahe. Jalan menanjak, namun cukup nyaman dilewati, dapat terlihat dengan jelas wilayah malang dari atas.
Perhentian pertama, peserta diajak mengunjungi kawasan wisata coban siuk, dimana di area tersebut selain ada air terjun / coban siuk, juga ada coban sisir. Pemandangan yang indah dan masih alami sekali. Di sini, peserta mendapatkan cerita seputar coban siuk, sambil disuguhi polo pendem ( ubi ubi an ) hasil kebun warga.

Perjalanan dilanjutkan menuju balai desa Taji, peserta disambut dengan tarian topeng bapang, yang dibawakan oleh putra putri dari desa Taji. Selanjutnya peserta mengikuti ramah tamah bersama bapak Kepala Desa Taji, Bapak Didin Siswanto.

 

 

 

 

Acara berlanjut, peserta di ajak berjalan, menuju dusun Krajan, desa Taji, ke kebun kopi percontohan milik bapak Kambang. Peserta mendapatkan gambaran tentang pola tanam dan perawatan pohon kopi oleh tim dari Malang Sejuta Kopi, bapak Budi Widodo, dan bapak Sertu Heri Purnomo, seorang babinsa yang juga petani kopi.

 

 

Setelah mengikuti edukasi kopi, peserta diarahkan untuk makan siang. Lokasi makan siang sangat istimewa, di lahan yang disiapkan di kebun kopi, dengan pemandangan yang sangat indah, dikelilingi kabut. Dan lebih istimewa lagi, para peserta disuguhi menu kuliner tradisional.
“Ini masakan warga sini sendiri, menu tradisional nasi jagung, sayur pokak, dan yang lainnya, pasti enak”, ujar pak heri purnomo

 

 

 

 

Selesai makan siang dan beristirahat sejenak, semua peserta di ajak menikmati suguhan kesenian tradisional jaranan dari dusun umbutlegi desa taji, “Turonggo Garudo Bakti”. Warga sekitar nampak ikut menikmati acara kesenian tradisional jaranan ini. Beberapa peserta acara Kopi New Year nampak mundur menjauh saat disuguhkan tampilan “kalapan”, namun tidak sedikit pula yang malah mendekat untuk mengabadikan tontonan menarik ini.
Keseninan jaranan ini berakhir menjelang pukul 17.30.

 

 

 

Acara Kopi New Year, malam hari berlanjut dengan suguhan kesenian tari tradisional di panggung, dan dilanjutkan dengan edukasi kopi “belajar sangrai tradisional”, yang dipandu oleh mas Bejo, owner National Coffee yang juga salah satu motor penggerak gerakan Malang Sejuta Kopi.
Selesai mengikuti rangkaian acara tersebut, peserta diberikan waktu bersantai. Dilanjut dengan obrolan ringan sambil bakar jagung dan ketela pohon, sekaligus ngobrol bersama warga dan petani kopi. Peserta nampak bergembira dengan obrolan ringan dan diselingi lelucon dari pak Heri, mas Indra, mas bejo dan sam Idub. Sesekali peserta menggoda photographer acara ini, mas bayu.
“wah mas bayu kok malah curhat…” ujar salah seorang peserta, saat terlibat dalam obrolan tentang perasaan, disambut gelak tawa peserta lainnya.

Acara malam hari dilanjutkan dengan pesta kembang api, dan melalui malam pergantian tahun dengan melihat sebagian besar pesta kembang api di area malang raya yang terlihat dari desa taji.

Keesokan harinya, peserta disuguhi coffee morning, dan sarapan pagi. Berlanjut ke acara edukasi kopi lagi, peserta diajak ke kebun kopi berikutnya. Perjalanan yang cukup melelahkan bagi sebagian peserta, namun cukup terobati setelah melihat pohon kopi dengan buahnya yang menjelang masa panen. Mereka juga mendapatkan penjelasan dari bapak Heri Purnomo, tentang perawatan pohon kopi. Setelah berfoto-foto, peserta kembali ke camp dan bersiap mengakhiri acara Kopi New Year.

Kopi New Year yang diadakan oleh gerakan Malang Sejuta Kopi, diakhiri dengan sesi foto bersama, dan berpamitan ke warga setempat. Selanjutnya semua peserta diantar dengan kendaraan yang telah disiapkan menuju area stasiun kota baru Malang.

Beberapa tanggapan positif disampaikan oleh warga dan peserta, dan mengharapkan acara seperti ini bisa dilaksanakan kembali tahun depan, yang lebih baik.


(idub/malang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *